Rabu, 06 Oktober 2010

T U G A S T P K I

NAMA:N.LIA SAPTARIANA
NIM:2009-1066
SMT:3 A

Mengomentari berita teroris yang terjadi di daerah aceh,tepatnya di desa teuladan aceh besar,berita-berita yang disiarkan di berbagai media massa baik cetak,maupun elektronik,lita , bias mengusap dada dengan kenyataan yang ada.media massa yang menyiarkan berita terhebat belum tentu benar seutuhnya,meski ada wartawan yag melihat di lapangan,karena penyergapan itu hanya dilakukan oleh petugas anti terror densus 88.wartawan hanya berjarak beberapa puluh meter dari tempat kejadian.
Melihat kenyataan yang ada dari penayangan salah satu televisi swasta,yang di tayangkan secara live.dilihat dari sudut manakah kita memandang tentang teroris?apa yang di katakana teroris itu yang ingin memisahkan diri dari NKRI,atau yang ingin menegakan kebenaran menurut mereka.
Pemberitaan terhebat yang memberikan penangkapan itu mungkin saja sisa-sisa dair GAM yang masih bersembunyi,di daerah-daerah di aceh mungkin mereka bergabung dan membuat kekuatan untuk mengucapkan situasi dan kondisi Negara yang kita cintai,atau kelompok yang ingin memisahkan dari NKRI,meskipun sudah menyatakan bersatu atau memang itu adalah jaringan teroris yang membuat kekuatan di aceh.
Kita sebagai masyarakat yang amam tentang hal yang menyangkut teroris belum bias membedakan mana teroris atau kelompok atau kelompok jaringan yang mau mengacau.masyarakat aceh juga tidak mau kalau daerahnya dijadikan tempat kaum teroris.mereka mencutang keras tentang teroris apalagimengucapkan desa mereka.peyiaran yang membuat warga desa kecewa,karena siaran yang tidak sesuai dengan kenyatan.warga masyarakat tidak mersa tergangu atas penangkapan dan penyerbuan tersebut.yang disesalkan oleh warga hanyalah penyiaran berlebih.



Pembaca juga,merasa tidak nyaman kalau ada berita yang tidak sesuai dengan fakta.berita yang disiarkan di televisi atau Koran tidak sesuai dengan kenyataan.seharusnya berita yang di tayangkan di telvisi dan yang di Koran di terima masyarakat sesuai dengan fakta yang ada di lapangan,apa adanya.penyiaran dan pemberitaan yang diiginkan masyarakat sesuai fakta tidak lebih-lebihkan atau di kurang-kurangi,supaya masyarakat tidak merasa di rugikan dan merasa di rugikan dan merasa risih dari pemberitaan tadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar